SD Islam Al Azhar 38 Bantul menjadi salah satu Sekolah Penggerak angkatan II berdasarkan keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah nomor 0301/C/HK.00/2022 tanggal 14 Januari 2022 tentang Penetapan Satuan Pendidikan Pelaksana Program Sekolah Penggerak Angkatan II

Program Sekolah Penggerak merupakan program Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi yang ditujukan kepada sekolah-sekolah yang mampu bertransformasi dalam pendidikan guna peningkatan mutu pembelajaran yang holistik, melalui sumber daya manusia yang unggul. Visi Pendidikan yang ingin dicapai dalam sekolah penggerak yaitu Profil Pelajar Pancasila yang berfokus pada kompetensi (literasi dan numerasi) dan karakter meliputi: 1) beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia; 2) berkebhinekaan global; 3) gotong royong; 4) mandiri; 5) bernalar kritis; dan 6) kreatif. Program ini dilaksanakan secara bertahap selama kurun waktu tiga tahun dengan didampingi oleh pelatih ahli.

Tujuan dari program sekolah sekolah penggerak antara lain: 1) meningkatkan kompetensi (literasi dan numerasi) dan karakter yang sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila; 2) menjamin pemerataan mutu pendidikan melalui peningkatan kapasitas kepala sekolah dan guru; 3) membangun tumbuhnya ekosistem pendidikan yang lebih kuat yang berfokus pada peningkatan kualitas Pendidikan; dan 4) menciptakan iklim kolaboratif di kalangan sekolah, pemerintah daerah, maupun pemerintah pusat. Ada lima intervensi yang dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut, tertuang dalam gambar berikut:

a. Pendampingan konsultatif dan asimetris

Implementasi program sekolah penggerak dikawal dan didampingi oleh kemdikbud melalui pelatih ahli. Dalam sekolah penggerak dilaksanakan kurikulum merdeka. Pelatihan kurikulum dilatih langsung oleh fasilitator dari Kemdikbudristek selama kurang lebih satu bulan dari Bulan Mei – Juni 2022. Fasilitator akan mendampingi implementasi kurikulum merdeka hingga tahun ke-3 pelaksanaan sekolah penggerak.

b. Penguatan SDM sekolah

Dalam sekolah penggerak, peningkatan kompetensi SDM menjadi faktor utama yang diperhatikan. Berbagai macam pelatihan yang berbentuk In House Training (IHT), lokakarya, maupun mendatangkan nara sumber ahli ke sekolah dilakukan sekolah guna meningkatkan kompetensi guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah.

Penguatan SDM di SD Islam Al Azhar 38 Bantul dilakukan melalui kegiatan In House Training Kurikulum Merdeka, Workshop penyusunan modul ajar dan modul proyek profil pelajar pancasila, Pelatihan pembelajaran dan asesmen berbasis Literasi Numerasi, Pelatihan Penyusunan Penelitian Tindakan Kelas, Workshop Digitalisasi dalam Pendidikan, Pelatihan Guru BK, Pelatihan Guru Bidang, dan pelatihan insidental lainnya.

c. Pembelajaran dengan paradigma baru

Pembelajaran paradigma baru dalam sekolah penggerak yaitu pembelajaran yang berdiferensiasi dan berpusat pada aktivitas murid sesuai dengan kebutuhan dan perekembangan murid. Penerapan pembelajaran terdiferensiasi di SD Islam Al Azhar 38 Bantul dengan memanfaatkan asesmen awal sebelum pembelajaran untuk menentukan strategi yang tepat dalam pembelajaran, asesmen formatif berkelanjutan guna memperbaiki pembelajaran, dan asesmen sumatif di akhir periode tertentu. Pembelajaran ini dilakukan untuk meningkatkan kompetensi murid dalam bidang literasi dasar berupa literasi baca tulis, dan literasi numerasi. Sedangkan pengembangan karakter profil pelajar Pancasila diimplementasikan melalui adanya kegiatan proyek. Tema proyek di jenjang Sekolah Dasar ada 6, yaitu : 1) kearifan lokal, 2) gaya hidup berkelanjutan, 3) berekayasa dan berteknologi untuk NKRI, 4) bhineka tunggal ika, 5) bangunlah jiwa dan raganya, 6) kewirausahaan.

Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila yang akan dilaksanakan di SD Islam Al Azhar 38 Bantul tahun ajaran 2022/ 2023 yaitu:

Kelas Semester 1 Semester 2
1 Kearifan Lokal Gaya Hidup Berkelanjutan
4 Bhineka Tunggal Ika Kewirausahaan

Kombinasi keduanya akan menumbuhkan nilai-nilai yang unggul sehingga penanaman karakter dan penguatan adab dapat membekas dan membudaya bagi seluruh warga sekolah, utamanya murid.

d. Perencanaan berbasis data

Perencanaan berbasis data merupakan suatu strategi yang dilakukan untuk memperbaiki mutu pendidikan dengan cara melakukan refleksi dan evaluasi terlebih dahulu sebelum menentukan strategi perbaikan. Cara ini dilakukan dengan tahapan awal mengidentifikasi akar masalah, menentukan macam-macam strategi perbaikan, dan memilih strategi terbaik yang akan dilakukan.

e. Digitalisasi sekolah

Penggunaan berbagai platform digital digunakan untuk mengurangi kompleksitas, meningkatkan efisiensi, menambah inspirasi, dan pendekatan customized. Kelima intervensi di atas diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa secara menyeluruh baik dari aspek kompetensi maupun karakter.

SD Islam Al Azhar 38 Bantul telah menerapkan digitalisasi sekolah dengan adanya Learning Management System (LMS) yaitu Platform Asram Edu. Dalam platform tersebut tersedia berbagai menu meliputi penugasan murid, keuangan, dan juga raport.

Tersedianya askes internet, ruang IT, fasilitas IT tiap kelas, dan tenaga guru yang kompeten menjadi daya dukung diterapkannya pembelajaran dengan pendekatan IT.

Komentar
WhatsApp chat