Sebagai sekolah terbaik di Bantul, SDI Al Azhar 38 Bantul berkomitmen untuk selenggarakan pendidikan yang bermutu dan sesuai dengan perkembangan zaman. Ragam program disusun dan dicetuskan dengan beberapa di antaranya menjadi program unggulan untuk tahun ajaran berjalan dan tahun ajaran yang akan datang. Artikel berikut membahas beberapa program unggulan tersebut.

PROGRAM UNGGULAN SD IA 38 BANTUL

  1. Sekolah Berbasis Adab

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi harus diimbangi dengan nilai-nilai adab dan imtak. Nilai-nilai adab dan imtak yang tertanam dalam diri seseorang akan membentenginya dari berbagai gempuran efek negatif kemajuan teknologi. Visi utama Al Azhar adalah membentuk generasi yang beradab melalui program penguatan adab yang terintergrasi dalam pembelajaran dan pembiasaan sehari-hari. Implementasi adab melibatkan seluruh stake holder mulai dari kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, murid, serta orang tua.

  1. Sekolah Penggerak

Program Sekolah Penggerak merupakan program Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi yang ditujukan kepada sekolah-sekolah yang mampu bertransformasi dalam pendidikan guna peningkatan mutu pembelajaran yang holistik, melalui sumber daya manusia yang unggul. Visi Pendidikan yang ingin dicapai dalam sekolah penggerak yaitu Profil Pelajar Pancasila yang berfokus pada kompetensi (literasi dan numerasi) dan karakter meliputi: 1) beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia, 2) berkebhinekaan global, 3) gotong royong, 4) mandiri, 5) bernalar kritis, dan 6) kreatif.

Tujuan dari program sekolah sekolah penggerak antara lain: 1) meningkatkan kompetensi (literasi dan numerasi) dan karakter yang sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila, 2) menjamin pemerataan mutu pendidikan melalui peningkatan kapasitas kepala sekolah dan guru, 3) membangun tumbuhnya ekosistem pendidikan yang lebih kuat yang berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan, dan 4) menciptakan iklim kolaboratif di kalangan sekolah, pemerintah daerah, maupun pemerintah pusat.

  1. Sekolah Sehat

Program sekolah sehat menjadi salah satu unggulan di SD Islam Al Azhar 38 Bantul. Implementasi program sekolah sehat diwujudkan dalam: 1) Lingkungan sekolah yang bersih, sehat, hijau, dan asri, 2) Tersedianya ruang Usaha Kegiatan Sekolah (UKS) yang sangat nyaman dan fasilitas lengkap, 3) Tenaga UKS yang berlatar belakang pendidikan Perawat, 4) Tersedianya katering sehat yang disediakan oleh yayasan, 5) Kegiatan sekolah yang menunjang kesehatan baik jasmani maupun rohani.

  1. Tiga Bahasa (Multilingual)

Al Azhar menyelenggarakan pembelajaran dengan bahasa Indonesia, Inggris, dan Arab; di samping (tentu saja) bahasa Jawa sebagai bahasa daerah. Sebagai bahasa global, bahasa Inggris diajarkan sejak kelas 2. Acuan dalam pembelajaran adalah kurikulum Cambridge. Hal yang menunjang pembelajaran bahasa Inggris antara lain: native speaker, multimedia, outing, dan program sister school. Murid dirangsang tidak hanya untuk paham bahasa Inggris, tetapi berani speak-up. Selain melalui KBM, bahasa Inggris juga ditunjang melalui ekskul dan PAB (Pembinaan Anak Berbakat) English dan Story Telling. Sedangkan dalam rangka mewujudkan sekolah bernafaskan Islami, SDIA 38 juga ajarkan bahasa Arab. Hal yang menunjang pembeajaran bahasa Arab antara lain: guru alumni Timur-Tengah, multimedia, metode Tamyiz, dan tasji’ul lughah (motivasi berbahasa). Bahasa Arab mulai diajarkan di kelas 4. Selain melalui KBM, bahasa Arab juga ditunjang melalui ekskul KTT (Kelas Tahfidz dan Tamyiz) dan pembibitan pidato bahasa Arab.

  1. Tahfidz dan Tamyiz (Lulus SD hafal 3 Juz)

Tahfidz merupakan program hafalan Al-Qur’an. Di akhir jenjang kelas VI, semua murid sudah mampu menghafal minimal juz 30 dalam Al-Qur’an. Hafalan Al-Qur’an dilaksanakan berjenjang sesuai dengan target yang telah ditentukan. Program hafalan dlaksanakan dalam kegiatan intrakurikuler, ektrakurikuler, dan pembiasaan pagi hari.

Sedangkan tamyiz adalah metode yang digunakan untuk menerjemahkan Al-Qur’an. Metode tamyiz diperkenalkan melalui kegiatan pembiasaan pagi dengan wali kelas, dalam pelajaran Al-Qur’an, dan dalam kegiatan ekstrakurikuler. Output yang diharapkan dari metode tamyiz adalah anak mampu menerjemahkan bacaan Al-Qur’an.

Sebagai sekolah Islam terbaik di Bantul, SDIA 38 memiliki target hafalan Al Qur’an 3 juz ketika lulus. Target tersebut kemudian dibreakdown dalam target kelas yang diturunkan kembali menjadi target per pekan. Untuk menyukseskan target tersebut, sekolah menyediakan guru hafidzah 30 juz dan pembekalan guru-karyawan dalam menghafal al Qur’an secara berkala Guru-guru tersebut menyampaikan pembelajaran Al Quran melalui ragam kegiatan, antara lain: Bittaqa (Barnamij Tahsin wa Tahfidzil Qur’an), Tilawati, ekskul KTT, dan kegiatan morning meeting  

  1. Pengembangan Potensi Kewirausahaan

SD Islam Al Azhar 38 Bantul memiliki kreativitas, kemandirian, dan kemampuan melihat peluang usaha melalui berbagai kegiatan. Kegiatan-kegiatan kewirausahaan tersebut dilaksnakan di SD Islam Al Azhar 38 Bantul sebagai berikut:

          a. Program Kerja Tahunan (PKT) Kelas

Program Kerja Tahunan Kelas adalah program-program yang diadakan oleh masing-masing kelas dalam bentuk kegiatan unjuk projek bagi kelas I dan IV serta kegiatan puncak tema untuk kelas II, III, V, dan VI. Berikut kegiatan unjuk projek maupun puncak tema yang bermuatan kewirausahaan, diantaranya: Pembuatan sapu tangan eco-print, Gerabah Art, kunjungan ke peternakan, seminar daur ulang sampah, budidaya tanaman cabai, dsb.

          b. Keputrian

Keputrian merupakan kegiatan life skill bagi murid putri yang dilaksanakan satu kali dalam seminggu ketika murid putra sedang melaksanakan shalat jumat. Kegiatan ini mengambil tema yang berbeda setiap minggunya. Beberapa di antaranya memiliki muatan kewirausahaan, yaitu tata boga, tata busana, hasta karya, serta soft skill kewirausahaan.

          c. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Projek penguatan profil pelajar Pancasila dilaksanakan oleh kelas I dan IV sebagai implementasi kurikulum merdeka. Projek ini memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk dapat mengalami pengetahuan secara langsung sebagai proses penguatan karakter dan juga menjadi kesempatan untuk belajar dari lingkungan di sekitarnya. Tema projek dapat dipilih oleh sekolah sesuai dengan kondisi lingkungan sekitar.

Salah satu projek penguatan profil pelajar Pancasila di SD Islam Al Azhar 38 Bantul mengangkat tema kewirausaahan berbasis kearifan lokal yang fokus pada pengolahan daur ulang sampah atau barang bekas. Kegiatan dilaksanakan secara bertahap mulai dari membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang pengelompokan sampah, pentingnya pengolahan sampah, hingga pembuatan hasta karya dari sampah. Di akhir kegiatan projek, peserta didik menggelar pameran produk bersama. Dengan kegiatan projek ini, peserta didik diharapkan mendapatkan pengalaman menyeluruh yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan memberikan manfaat bagi masa depan.

  1. Gerakan Literasi Sekolah

Penerapan gerakan literasi di sekolah memiliki beberapa tujuan. Secara umum, literasi diharapkan dapat menumbuhkembangkan budi pekerti peserta didik melalui pembudayaan ekosistem literasi sekolah agar menjadi pembelajar sepanjang hayat. Selain itu, gerakan literasi bertujuan untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran (learning organization), mempraktikkan kegiatan pengelolaan pengetahuan (knowledge management), serta menjaga keberlanjutan budaya literasi.

Gerakan literasi sekolah yang dilaksanakan di SD Islam Al Azhar 38 Bantul terdiri dari:

  1. Literasi Baca-Tulis, yaitu kemampuan membaca, memahami, dan menggunakan bahasa tulisan
  2. Literasi Numerasi, yaitu kemampuan untuk menggunakan angka dan simbol lain untuk memahami dan mengekspresikan hubungan kuantitatif
  3. Literasi Sains, yaitu kemampuan untuk menggunakan pengetahuan dan prinsip ilmiah untuk memahami lingkungan dan menguji hipotesis
  4. Literasi Digital, yaitu kemampuan untuk menggunakan dan menciptakan konten berbasis teknologi, termasuk menemukan dan berbagi informasi, menjawab pertanyaan, berinteraksi dengan orang lain, dan pemrograman komputer
  5. Literasi Finansial, yaitu kemampuan memahami dan menerapkan aspek konseptual dan ihwal keuangan dalam kegiatan keseharian.
  6. Literasi Budaya dan Kewargaan, yaitu kemampuan memahami, menghargai, menganalisis, dan menerapkan pengetahuan tentang kebudayaan dan kewargaan.

8. Menuju Perpustakaan Terakreditasi

Kebijakan merdeka belajar mendorong murid untuk dapat belajar lebih mandiri. Sekolah bertugas untuk menyediakan fasilitas sumber belajar yang memadai untuk menunjang kebutuhan belajar murid. Perpustakaan merupakan pusat dan sumber belajar bagi siswa di sekolah. Ketersediaan fasilitas sumber belajar di perpustakaan menjadi perhatian penting terselenggaranya pendidikan yang holistik. Oleh karena itu, SD Islam Al Azhar 38 berkomitmen untuk menyediakan fasilitas sumber belajar yang baik untuk murid.

 

Komentar
WhatsApp chat